BEBASBARU.ID, TOKOH – Tommy Winata benar-benar dianggap sebagai tokoh yang kebal hukum. Bagaimana tidak, saat Gus Dur jadi Presiden RI 1999-2001, pernah perintahkan tangkap Tommy, tapi gagal!
Pasalnya, pada Mei 2000, Tomy Winata ditengarai menjalankan bisnis judi besar-besaran di Kepulauan Seribu.
Sehingga Presiden Gu Dur atau Abdurrahman Wahid yang kala itu menjabat sebagai Presiden RI menyerukan agar segera Tommy Winata ditangkap.
Namun, saat inspeksi mendadak yang dilakukan oleh aparat dan Komisi B Bidang Pariwisata DPRD DKI Jakarta ke pulau itu dilaksanakan, tidak ada satupun bukti yang menunjukkan bahwa Tomy Winata menjalankan bisnis perjudian di sana.
Tomy Winata dikabarkan termasuk satu di antara sembilan anggota mafia judi bersandi “Sembilan Naga” yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Makao.
Selain itu, berkaitan dengan Peristiwa 27 Juli 1996, Tomy Winata dituding memiliki andil dalam penyerbuan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Karena pada malam sebelumnya terjadi konsentrasi massa penentang Megawati di seputar Sudirman Central Business District.
Tomy Winata juga dituduh berada di balik penyerangan kantor Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) di Jakarta, pertengahan tahun 2002.
Pada Maret 2003, Tomy Winata kembali dituding menjadi tokoh di balik layar pengerahan dua ratusan massa yang berunjuk rasa memprotes tuduhan terlibatnya Tomy Winata.
Dalam peristiwa terbakarnya pasar Tanah Abang yang dimuat dalam majalah Tempo edisi 3 pada 9 Maret 2003.
Aksi unjuk rasa tersebut berbuntut pada tindak kekerasan terhadap tiga wartawan Tempo dan pemimpin redaksinya serta perusakan gedung majalah dan koran tersebut.
Kerap dihujani dengan isu miring, Tomy Winata menanggapi santai hal itu.
Menurut Tomy, tuduhan-tuduhan negatif yang diarahkan kepadanya adalah hal yang wajar, sehingga tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
Tomy Winata memilih untuk menikmati tuduhan-tuduhan miring tadi sekaligus menjadiakannya sebagai bahan koreksi.
Kini kembali namanya dikaitkan dengan judi online, gara-gara heboh inisial T yang diduga kendalikan judi online dan dikatakan kebal hukum akhirnya mengarah pada satu nama.
Netizen pun langsung tunjuk satu nama, yakni Tommy Winata yang terkenal sebagai pengusaha dan masuk sebagai 9 naga, sebutan untuk pengusaha yang kuasai republik ini.
Presiden Jokowi mengatakan tidak mengetahui hal itu. Jokowi meminta agar informasi tersebut ditanyakan ke Benny Rhamdani.
“Nggak tahu, tanyakan ke Pak Benny,” kata Jokowi kepada wartawan di Batang, Jawa Tengah, Jumat (26/07/2024).
“Presiden kaget, Pak Kapolri kaget, agak cukup heboh rapat terbatas saat itu. Orang ini adalah orang yang selama republik ini berdiri mungkin tidak bisa disentuh oleh hukum,” ujar Benny.
Benny menyebutkan saat ini negara perlu mengambil tindakan tegas terkait pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis judi online ini. Hukum juga dinilai harus mampu menyentuh para bandar.***